Johan Cruyff

Kejeniusan Sosok Ini Menginspirasi Revolusi Sepak Bola

Sepak bola adalah jenis olahraga yang banyak diminati di belahan dunia mana pun. Olahraga menendang bola sepak ini telah ada sejak jaman dahulu hingga akhirnya populer oleh orang Inggris yang mulai mengenalkan sepak bola ke semua negara yang pernah mereka singgahi. Namun, tahukah anda bahwa perkembangan sepak bola Inggris jauh tertinggal dengan negara lain meski mereka yang mempopulerkannya?

 

Ya, hal itu disebabkan oleh cara berpikir orang Inggris yang keliru tentang sepak bola yang hanya memainkan dengan cara jantan dan keras. Berbeda dengan orang dari negara lain yang berpikir cara yang paling baik untuk memperoleh kemenangan sehingga mengembangkannya. Tak heran jika di laga Premier League saat ini, sebagian besar klub elit Inggris dikuasai oleh orang luar Inggris seperti Chelsea yang dilatih oleh orang Italia asli, Antonio Conte atau Manchester City yang dipimpin oleh Pep Guardiola. Sungguh ironis, bukan?

 

Jimmy Hogan lahir di Lanchasire, Inggris, pada tahun 1882 adalah sosok yang membangkitkan revolusi sepak bola modern. Jimmy Hogan adalah seorang pemain sepak bola yang pernah bertanya pada pelatih tentang fungsi lari pada latihan. Ia memiliki pandangan bahwa cara komunikasi yang baik di atas lapangan yang akan membuat sebuah tim mampu memetik kemenangan. Operan jelas lebih baik dibanding dengan dribel yang mengubah seluruh pemikiran keliru tentang permainan sepak bola.

 

Namun, pemikiran Hogan tidak sejalan dengan orang Inggris lain hingga ia memilih berkelana dari satu negara ke negara lain. Tapi, anda bisa melihat bukti kesuksesan Hogan membangkitkan revolusi sepak bola modern tersebut dengan mampu mengubah Hungaria memiliki tim sepak bola yang handal dalam mengoper bola.

 

Tokoh selanjutnya yang sering disebut sebagai bapakrevolusi sepak bola modern adalah Victor Maslov yang menerapkan pressing dalam permainan sepak bola. Ia pun mengkombinasikan pressing dengan formasi temuannya yaitu 4-2-2 yang membuat Dynamo Kiev menjadi klub terbaik di Rusia.

 

Di Italia sendiri, pendekatan yang dilakukan Kiev dikembangkan lagi oleh mantan penjual sepatu, Arrigo Sacchi pada klub besar AC Milan yang bisa disebut membangkitkan revolusi sepak bola modern. Ia memainkan garis pertahanan tinggi hingga membuat AC Milan memenangkan scudetto dan juga Piala Champions selama dua musim berturut-turut yaitu pada tahun 1988/1989 serta 1989/1990.

 

Johan Cruyff adalah pelatih Barcelona yang memilih pemain berdasarkan potensi bukan sekadar fisik saja merupakan tokoh jenius lain yang berjasa pada revolusi sepak bola modern. Maka tak heran jika Cruyff berhasil membuat Barcelona memiliki pemain berkualitas seperti Xavi Hernandes, Andres Iniesta bahkan pemain sekaliber Lionel Messi yang begitu cerdas dan berbakat meski tak memiliki tinggi 170 cm.

 

Beralih ke benua Amerika, anda pasti paham jika Argentina adalah salah satu negara dengan kemampuan pemain sepak bola yang mumpuni. Salah satu orang jenius dalam revolusi sepak bola modern yang berjasa di Argentina adalah Marcelo Bielsa. Orang jenius yang mampu memberikan ide gila dalam permainan sepak bola yang sangat dikagumi oleh Jorge Sampaoli hingga pelatih yang membuat Tottenham Hotspur berada di posisi dua Liga Premier Inggris musim ini, Pochettino, yang merupakan pengagum Marcelo Bielsa.

 

Mungkin daftar beberapa orang jenius dalam revolusi sepak bola modern di atas bisa menginspirasi anda yang ingin mengembangkan gaya sepak bola yang berbeda dan semakin maju. Tak ada salahnya mengidolakan sosok jenius tersebut dalam menciptakan revolusi sepak bola modern yang sesungguhnya