Perjalanan Karir James Rodriguez

Perjalanan Karir James Rodriguez Sampai di Level Pemain Terbaik Dunia

Perjalanan karir Rodriguez diawali dengan keaktifan kakinya dalam berkomunikasi. Keaktifan kakinya dalam mengkomunikasikan bahwa bakatnya adalah untuk menendang bola di lapangan hijau. Dia sangat rajin untuk berlatih sejak dini, sehingga bakatnya dalam bermain sepak bola tidak perlu diragukan lagi.

 

Kini seorang James Rodriguez telah menjelma sebagai pemain sepak bola tingkat atas. Semua orang di dunia telah mengenalnya. Bakatnya untuk bermain bola di lapangan hijau sudah tidak perlu diragukan lagi. Bahkan dia adalah pemain terbaik di musim 2014 lalu.

 

Kemunculan dari James Rodriguez ini melalui proses perjalanan karir Rodriguez yang sangat panjang. Pahit manis pengalamannya untuk menekuni olahraga sepak bola telah lengkap dirasakannya. Dapat terlihat dari cerita masa kecilnya ketika usai berlatih, James Rodriguez kecil tidak pernah langsung pulang, melainkan dia terus berlatih sepak bola. Dia mengasah kemampuan kakinya untuk memasukkan bola ke dalam gawang. Maka dari itulah, bagi yang mengikuti perkembangan karir James Rodriguez, tidak kaget dengan popularitas James Rodriguez yang melejit sekarang ini.

 

James Rodriguez atau disebut juga dengan nama ‘Ha-mez’ ini dikenal dengan sosok pemain sepak bola sejati. Dalam perjalanan perjalanan karir Rodriguez, dia menekuni olahraga sepak bola dan tetap menjalankan pendidikannya. Dia berasal dari keluarga kelas menengah yang berambisi besar menjadi pemain sepak bola yang handal.

 

Perjalanan karir Rodriguez pun dimulai dengan kisahnya sebagai pemain sepak bola jalanan yang tidak memiliki bola bagus layaknya bola yang digunakan dalam bermain sepak bola pada umumnya, melainkan menggunakan bola buatannya sendiri. Dia memanfaatkan kaus kaki lamanya untuk dibuat bola.

 

Sejak usia 5 tahun, ayah tiri James Rodriguez telah memasukkannya ke sebuah sekolah akademi sepak bola yang ada di kota Tolima. Dengan menenteng sepatu Adidas terbaru, James Rodriguez sangat bersemangat mengikuti latihan. Dia tidak pernah mengeluh sedikit pun.

 

Perjalanan karir Rodriguez sangat didukung juga oleh ibunya. Kedisiplinan dari James Rodriguez ini pun sangat terlihat jelas dengan keseriusannya dalam bermain sepak bola dua kali dalam satu hari. dia tidak pernah merasa lelah dan menjadi malas seperti anak-anak di usianya yang hanya menghabiskan waktu dengan bermain saja.

 

James Rodriguez pun patut berbangga, di tahun 2004, karirnya pun meningkat. Dia menjadi salah satu pemain terbaik dunia dan mendapatkan trofi emas pertama kali. Kemudian di tahun 1994, dia bermain di Piala Amerika Serikat. Sampai pada akhirnya di tahun 2014, James Rodriguez masuk ke tim Galactico. Karirnya semakin cemerlang di tim dunia ini.

 

Terpilihnya James Rodriguez masuk ke dalam Galactico mengawali tinta emas perjalanan karir Rodriguez. Manajer Galactico, Alvaro Guzman pun mendaratkan pujian yang tiada henti untuk James Rodriguez. Dia menyatakan bahwa James Rodriguez adalah pemain muda yang fokus dan berbakat.

 

Bahkan, kekaguman akan James Rodriguez yang telah dipilih masuk ke tim Galactico pun diungkapkan oleh pemain Galactico senior, yakni Diego Norona. Dia merasakan permainan James Rodriguez sangat luar biasa. Taktiknya sangat hebat di usianya yang masih tergolong muda. Dengan kelincahan kakinya, James Rodriguez berhasil merebut bola yang dikuasai Norona dan berhasil mencetak gol.

 

Sepanjang perjalanan karir Rodriguez, dia dinilai sebagai pemain yang mau belajar. Dia selalu menjadi pendengar yang baik dengan mendapatkan saran dari seniornya serta pelatihnya. Puncaknya, dia pernah mendapatkan piala Ponyfutbol di Kolumbia dengan prestasi mencetak 13 gold di usianya yang baru 11 tahun.